Selamat Datang

Selamat datang. Ini adalah blog saya, dan mudah-mudahan postingan pada blog ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Bagi para pengunjung blog ini saya harap dapat memberikan kritik dan saran terhadap blog ini. Terima kasih.

Kamis, 30 Desember 2010

Makalah IAD/ISD/IBD


MAKALAH IAD/ISD/IBD
MANUSIA DAN KEADILAN



DISUSUN OLEH :

MOH.ISNAINI


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( STAIN ) SAMARINDA 2010
JURUSAN DAKWAH




KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang MANUSIA DAN KEADILAN yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang permasalahan manusia dengan keadilan yang terjadi di negeri ini. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah IAD/IBD/ISD Penyusun yaitu Siti syahar inayah. M.Si yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk kritik dan saran yang bersifat membangun, demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan Terima kasih.


                                                                                                Samarinda 16 oktober 2010


                                                                                                            Penyusun
                                                                                                                                                            i
DAFTAR ISI
                                                                                    HALAMAN
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………..    i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………    ii
BAB. 1. PENDAHULUAN
            1.latar belakang pemilihan judul……………………………………………………   1
            2.Deskripsi singkat………………………………………………………………….   1
            3. Rumusan masalah ……………………………………………………………….    1
            4. Tujuan penulis secara umum ……………………………………………………    1
            5. Tujuan penulis secara khusus …………………………………………………...    2
BAB. 2. PEMBAHASAN
1.      Pengertian keadilan……………………………………………………………    3
2.      Pengertian kejujuran …………………………………………………………      3
3.      Kecurangan ……………………………………………………………………   4
4.      Sebab-sebab kecurangan ……………………………………………………..     4
5.      Pemulihan nama baik …………………………………………………………    5
6.      Pembalasan ……………………………………………………………………    6
7.      Hak dan kewjiban azazi manusia …………………………………………….     6
8.      Kewajiban azazi manusia ……………………………………………………..    8
BAB. 3. PENUTUP
1.      Kesimpulan ……………………………………………………………………  11
2.      Daftar pustaka …………………………………………………………………  12

ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.      Latar belakang pemilihan judul
        Dewasa ini banyak terjadi ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat.baik itu keadilan dari pemerintahan , undang undang , peraturan hukum , ataupun keadilan dari lingkungan masyarakat itu sendiri. Di era pemerintahan sekarang ini masyarakat luas tidak begitu memperhatikan adil atau tidaknya suatu hukum yang berlaku.
Dan ini menjadi polemik bagi masyarakat.khususnya masyarakat yang tidakbegitu mengenal tentang peraturan-peraturan , undang-undang , hukum-hukum yang berlaku.mereka lebih mengenal bahwa keadilan itu adalah rasa yang timbuk dari diri mereka sendiri ketika mereka merasa dirinya tak diperlakukan semestinya.dan ruang lingkupnya hanya disekitar masyarakat itu saja.  Oleh karena itu penulis mengambil judul “MANUSIA DAN KEADILAN”

2.      Deskripsi singkat

Makalah ini menjelaskan tentang manusia dan hubungannya dengan keadilan sebab-sebab ketidak adilan, faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi ketidak adilan dan dalam makalah ini pula akan dijelaskanberbagai macam keadilan serta penjabarannya dari beberapa tokoh terkamuka.

3.      Rumusan masalah

a.       Apa penyebab ketidakadilan yang ada dimasyarakat sekarang ini.
b.      Fakto- faktor apa yang menyebabkan manusia berbuat tidak adil.
c.       Macam macam keadilan .

4.      Tujuan penulisan secara umum

        Pembaca dapat memahami dan mengerti tentang berbagai macam keadilan, keadilan sosial, kejujuran, kecurangan dan kenyataan yang ada dalam kehidupan serta kaitannya dengan manusia.

                                                                                                                                             1
5.      Tujuan penulisan secara khusus
                            -menjelaskan pengertian keadilan
                           - menjelaskan makna keadilan
                           - dapat menyebutkan macam-macam keadilan
                          - menjelaskan pengertian kejujuran
                           - menjelaskan pengertian kecurangan
                           - menyebutkan sebab-sebab orang melakukan kecurangan
                           - menyebutkan macam-macam perhitungan dan pembalasan
                          - menyebutkan hakekat pemulihan nama baik
                          - menjelaskan pengertian tentang pembalasan
                          - menyebutkan penyebab pembalasan
                          - menuliskan 1 contoh pembalasan



                                                                                                           









                                                                                                                                                                        2
BAB 2
PEMBAHASAN
1.      Pengertian keadilan
1. Keadilan menurut aristoteles
Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
2. Plato
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.
3. Socrates
Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.

Pada umumnya keadlan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban .
Atau dengan kata lain adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya.

2. Pengertian kejujuran
kejujuran itu adalah nilai kebaikan sebagai sifat positif yang akan diterima oleh semua orang dimanapun dan kapanpun ia berada. Jadi nilai kejujuran ini adalah nilai kebaikan yang bersifat universal. Pengertian kejujuran itu sendiri yang akar katanya jujur, dalam Kamus Bahasa Indonesia berarti lurus hati; tidak berbohong; tidak curang; tulus; ikhlas. Sehingga kejujuran diartikan sebagai sifat (keadaan) jujur; ketulusan hati atau kelurusan hati (Pusat Bahasa Depdiknas, 2001: 479).
jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat
                                                                                                                                                      3
kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.
Secara filosofis, kejujuran merupakan nilai moral-transendental yang selalu mendahului sekaligus menyertai pengalaman. Di sini, ketidakjujuran dimaknai sebagai absennya kejujuran. Saat kejujuran dipasung, saat itu pula ketidakjujuran menggejala. Keduanya ibarat malam dan siang hari yang tak pernah bertemu di satu titik cakrawala. Ketidakjujuran nihil, tak punya hakikat pada dirinya (non-esensial).

3. Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
4. Sebab-sebab kecurangan
Sebab-sebab seseorang berbuat curang, yaitu :
1.      Orang yang sering mengalami kegagalan cenderung sering melakukan kecurangan.
2.      Orang yang tidak disukai atau tidak menyukai dirinya sendiri cenderung menjadi pendusta.
3.      Orang yang hanya menuruti kata hatinya, bingung dan tidak dapat menangguhkan keinginan  
                                                                                                                                                      4
    memuaskan hatinya, cenderung berbuat curang.
4.      Orang yang memiliki hati nurani (mempunyai rasa takut, prihatin dan rasa tersiksa) akan lebih mempunyai rasa melawan terhadap godaan untuk berbuat curang.
5.      Orang yang cerdas (intelligent) cenderung menjadi lebih jujur dari pada orang yang dungu (ignorant).
6.      Orang yang berkedudukan menengah atau tinggi cenderung menjadi lebih jujur.
7.      Kesempatan yang mudah untuk berbuat curang atau mencuri, akan mendorong orang melakukannya.
8.      Masing-masing individu mempunyai kebutuhan yang berbeda dan karena itu menempati tingkat yang berbeda, sehingga mudah tergerak untuk berbohong, berlaku curang atau menjadi pencuri.
9.      Kehendak berbohong, main curang dan mencuri akan meningkat apabila orang mendapat tekanan yang besar untuk mencapai tujuan yang dirasakannya sangat penting.
10.  Perjuangan untuk menyelamatkan nyawa mendorong untuk berlaku tidak jujur.
5.Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk

                                                                                                                                                      5
6.Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Contoh pembalasan.
Andi memberikan pertolongan kepada andita, andita seorang korban kecelakaan  tabrak lari. Disaat andi mengalami musibah kebakaran ternyata orang yang menolong pertama kali adalah andita, orang yang ditolong andi waktu kecelakaan perbuatan tersebut merupakan tindakan pembalasan.

7. Hak dan kewjiban azazi manusia
      Sebenarnya hak azazi manusia sudah sangat difahami oleh semua orang yang hidup didunia. Untuk membuat hal ini lebih dimengerti, kitapun sudah dari dulu selalu berupaya agar istilah Hak Azazi Manusia ini dapat benar benar dimengerti maupun dapat diamalkan setiap orang kepada orang lain. Sebegitu banyaknya orang berbicara masalah H A M ini, dan sebegitu banyaknya orang berbicara bagaimana caranya agar H A M ini dilaksanakan dengan benar dan bertanggung jawab, tetapi sebegitu banyak juga orang yang berusaha untuk tidak mengikuti apa yang dia sangat sadari sebagaiHAM.Mengapa?
Pertama : Hak Azazi Manusia hanyalah sebuah istilah yang merupakan singkatan dari apa dan bagaimana seseorang dapat hidup dengan baik dan layak.
Kedua : Hak Azazi Manusia bukan merupakan suatu kewajiban didalam menyelenggarakan suatu kehidupan orang lain dan bukan pula sesuatu yang akan berdampak kepada tidak hidupnya seseorang karena orang lain tidak terlalu memperhatikan apa yang menjadi hak azazinya
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        6

Ketiga : Apabila seseorang merasa tahu tentang apa itu Hak Azazi Manusia, maka dia akan bicara sangat panjang lebar dan sangat hati hati, tetapi sebenarnya tidak menyentuh suati arti dan nilai yang sangat mendasar, bahkan cenderung hanya untuk menampilan dirinya sebagai sosok yang sangat peduli pada manusia lain ataupun sangat peduli kepada nasib orang lain yang kelihatannya hak azazinya dilanggar
Keempat : Didalam menjalankan suatu proses kehidupan, manusia memang dituntut untuk selalu menghormati Hak Azazi orang lain, terutama bagi orang yang kegiatan sehari seharinya selalu berhubungan dengan Hak Pribadi Orang. Sayangnya apa yang dituntut ini tidak selalu adil bagi setiap orang ataupun kelompok masyarakat, karena ternyata yang sering dibicarakan adalah seolah olah Hak Azazi Manusia itu hanya berisi suatu kepribadian yang tidak menyakitkan orang lain ataupun merugikan kehidupan orang lain.
Sebenarnya apa yang terkandung didalam kata kata HAK AZAZI MANUSIA itu ?
Untuk menguraikan hal ini sebaiknya kita melompat dulu jauh kebelakang, dimana suatu fenomena pernah terjadi, dimana seorang manusia begitu menderita dikala hak dia sebagai manusia dicabik cabik oleh sebuah kekuasaan yang saat itu sedang gemilang gemilangnya berkuasa. Pada saat itu muncul suatu aliran yang dinamakan aliran Humanis atau sebuah aliran yang sangat peduli kepada harga diri seorang manusia dan sangat peduli kepada apa yang disebut sekarang ini Hak Azazi Manusia.
Istilah Hak Azazi Manusia belum seperti sekarang dan juga belum terlalu merasuk pada setiap kehidupan masyarakat, karena kata kata ini sangat tabu untuk disebutkan dan juga sangat beresiko tinggi terhadap kehidupan orang yang berani menyebutnya. Segala kehidupanpun tetap berlangsung seperti air mengalir tanpa ada suatu gejolak yang membuat Hak Azazi Manusia ini mencuat kepermukaan. Namun suatu saat dimana terjadi sebuah revolusi yang cukup menjungkir balikkan kaum penguasa, kata Hak Azazi Manusia ini mulai berdengung dimasyarakat sehingga setiap orang sepertinya menuntut untuk segala hal yang sifatnya Hak Azazi mereka dipenuhi oleh orang lain, terutama oleh para penguasa. Ketika hal ini mencapai puncaknya, terjadilah suatu perang antara kaum penuntut Hak Azazi Manusia dan kaum yang tidak ingin masalah ini sampai muncul kepermukaan karena hal ini berarti akan berakhirnya dominasi mereka terhadap manusia yang lain yang mereka anggap sangat lebih lemah dari mereka. Saat inilah terjadi suatu fenomena dimana masyarakat yang merasa Hak Azazinya diinjak injak penguasa, mereka membuat suatu slogan yang berbunyi selamatkan jiwa kami karena hal ini merupakan Hak Azazi kami yang paling utama selain hak hidup kami yang selama ini selalu dianggap tidak bermakna dan tidak bernilai sebagai manusia.
                                                                                                                                                      7

Lalu apa yang terjadi setelah hal ini begitu menggema dan tidak dipedulikan oleh para penguasa waktu itu, seluruh penguasa mendapat ancaman hukuman yang dijatuhkan oleh mereka yang merasa dirinya diinjak injak dan mereka menuntut para penguasa berganti posisi, dimana mereka berada pada posisi dimana hak hidup mereka benar benar ada ditangan orang lain dan mereka baru menyadari bahwa sesungguhnya setiap orang siapapun dia, akan selalu menuntut apa yang mereka tidak dapatkan dan apa yang mereka inginkan dan apabila hal ini tidak tercapai maka mereka akan merasa hak azazi mereka tidak terpenuhi.
Lalu apa sebenarnya arti dan makna dari hak azazi manusia ini?
Menurut seorang ahli filsafat kuno, hak azazi manusia sudah terdapat didalam hati nurani setiap insan manusia, dan manusia itu sendiri yang terus mengembangkan apa itu yang dinamakan hak azazi manusia, tetapi apapun yang didefinisikan ternyata yang paling penting adalah bahwa manusia sebagai seorang mahluk hidup didunia menginginkan suatu kehidupan yang damai, tentram dan bahagia, tetapi yang kemudian terjadi adalah hak azazi manusia dijadikan suatu slogan untuk menutupi keinginan pribadi yang sebenarnya sangat bertentangan dengan apa yang ingin dicapai oleh orang lain dan pada akhirnya terjadi salah pengertian mengenai arti dan makna dari hak azazi manusia itu sendiri.
Kembali kepada soal yang menyangkut kebutuhan hidup manusia yang sering dipolitisir oleh para politikus, maka terjadilah suatu fenomena dimana sekelompok manusia akan dijadikan alat untuk mendengungkan apa yang disebut Hak azazi manusia ini untuk membuat suatu kesan dimasyarakat bahwa kita sangat peduli kepada hak azazi manusia dan kita sangat prihatin dengan kondisi hak azazi manusia ini, namun pada kenyataannya kita hanya menunjuk pada orang lain yang harus bertanggung jawab terhadap sebuah hak azazi yang dianggap telah diperkosa dan telah dibunuh oleh suatu rencana pribadi ataupun oleh suatu ambisi yang tidak tertahan, sehingga timbul polemik yang mengarah kepada perbedaan pendapat yang dipertajam dengan silang pendapat dari para pembicara politik kita, dan pada akhirnya kita melihat bahwa seluruh kegiatan yang katanya sangat mempedulikan hak azazi manusia tidak mencerminkan lagi kepentingan orang yang dianggap hak azazinya diinjak tetapi lebih kepada pemanfaatan situasi untuk kepentingan diri sendiri dan sekelompok orang yang sangat haus akan kekuasaan dan popularitas.
Jadi apapun yang didengungkan orang atau apapun yang selalu dibicarakan orang mengenai hak azazi ini, maka hanya sebagian kecil saja yang benar benar didasarkan pada keinginan yang tulus untuk tetap mempertahankan akan arti dan makna dari hak azazi manusia ini dan yang kemudian terjadi justru lebih banyak mengarah kepada pengkultusan dari tokoh yang seolah olah sangat peduli
                                                                                                                                                      8
kepada hak azazi manusia ini sehingga seringkali terjadi kesalah fahaman diantara orang yang mengerti betul apa arti hak azazi manusia ini dengan orang yang hanya mengikuti apa yang diucapkan oleh tokoh yang mereka anggap sebagai tokoh hak azazi manusia.
8.       Kewajiban azazi manusia
Apabila kita memperhatikan seluruh dunia sering sekali berbicara mengenai sebuah hak azazi yang diinjak injak, sebuah hak azazi yang diperkosa atau banyak lagi berita yang mengandung terjemahan dari hak azazi yang sangat mengarah kepada bagaimana seharusnya manusia dihargai hak hidupnya olehoranglain.
Tapi bagaimana dengan kewajiban manusia yang juga sebenarnya harus dipikirkan dan diingat karena selain manusia mempunyai hak, manusia juga mempunyai kewajiban yang sifatnya sangat mendasar dan hal ini sangat sering dilupakan oleh kita, karena seperti halnya manusia yang bijak dan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan hidup manusia sering melupakan apa yang menjadi kewajiban manusia itu sendiri terhadap orang lain maupun lingkungannya.
Bagaimanapun majunya suatu peradaban manusia, bagaimanapun majunya suatu negara, masalah kewajiban manusia sering hanya dikaitkan dengan apa yang tertulis didalam peraturan ataupun apa yang tersirat didalam suatu undang undang yang sering kali tidak dimengerti ataupun diketahui oleh masyarakat luas, sehingga didalam praktek kehidupannya banyak terjadi mereka hanya mengerti apa yang disebut hak azazi manusia dari pada kewajiban azazi manusia dan akibat dari ketidak mengertian ini mereka berbuat semaunya karena hak azazi mereka untuk hidup sangat mendominasi pikiranmereka.
Lalu bagaimana sebenarnya kewajiban manusia itu bisa dilaksanakan oleh seluruh umat manusia diduniaini?
Untuk mengenal lebih jauh apa itu kewajiban azazi, maka kitapun harus mengenal dulu suatu peradaban kuno yang sangat mengerti kepada kewajiban azazi ini.
Dijaman batu dulu, mungkin manusia tidak diperkenalkan kepada apa yang disebut kehidupan modern karena memang saat itu mereka hanya berfikir tentang kehidupan yang mendasar yaitu mereka membutuhkan makanan dan perlindungan sehingga didalam hati mereka yang tersirat hanyalah mencari makan dan membuat perlindungan. Ketika ada orang yang berusaha meningkatkan kebutuhan utama ini dengan menambahkan faktor kenyamanan maka timbullah berbagai reaksi yang sangat tidak diduga karena ternyata setelah adanya keinginan untuk mendapatkan kenyamanan timbul berbagai tindakan yang mengarah kepada saling memburu apa yang menurut mereka dapat memenuhi kebutuhan akan faktor kenyamanan tadi,
                                                                                                                                                      9
 sehingga dari sini mulailah terjadi egoisme dan saling menjatuhkan kebutuhan orang lain demi untuk kenyamanan diri sendiri.
Sebenarnya apa arti dari uraian diatas tadi?
Jika kita menyimak dengan teliti, bahwa apa yang tersirat dari uraian diatas adalah menggambarkan bagaimana sebuah tuntutan kenyamanan dapat begitu berpengaruh didalam kehidupan manusia dan dapat menjungkirbalikan makna dasar dari suatu kehidupan dan akhirnya manusia lupa pada yang hakiki dari suatu nilai kehidupan yaitu kebersamaan yang didasari oleh rasa saling menghargai kehidupan orang lain dan rasa kebersamaan yang didasari oleh rasa cinta kasih akan suatu kenyamanan hidup bersama tanpa harus mengorbankan hak hidup seseorang sehingga didalam pelaksanaan kehidupannya akan timbul rasa saling tolong menolong dan saling menghargai hak hidup orang lain tanpa menuntut suatu penghargaan.














                                                                                                                                                      10
BAB 3
PENUTUP


    Keadilan yang dilambangkan dengan gambar timbangan.Yang berarti tidak harus sama tetapi seimbang.Hal ini juga harus diberlakukan sama dengan masyarakat .Saling tenggang rasa , menghormati , saling membantu , tak pandang materi , kedudukan,derajat , ataupun yang lain.Rasa keadilan dapat tertera dalam kehidupan keseharian kita apabila kita saling menghargai satu sam lain , dan dibarengi dengan pengetehuan hukum. Undang-undang dan semua peraturan yang berlaku.















                                                                                                                                                                        11
DAFTAR PUSTAKA

          Adi subrata, Winarna surya. 2002. Masyarakat madani (Muara Gerakan Reformasi di Indonesia).
                        Yogyakarta: AMP YKPN.
            Dirdjosisworo Soedjono.2002. Pengadilan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Bandung : Citra aditya                                 Bhakti.
            http//kanal3.wordpress.com/2010/05/19ilmu-budaya-dasarmanusia-dan-.keadilan.ikipedia.org/wiki/                      keadilan03/24/manusia-dan-keadilan.
http:sekitarkita.com
http:puskur.or.id
Hoover , Kenneth.R, Unsur-unsur pemikiran ilmiahdalam ilmu-ilmu social, (Terjemahan Hartono. H),
            Yogyakarta, 1990, PT.Tiara Wacana Yogya.
Sugihen, Bahrein, T.Sosiologi Pedesaan-Suatu pengantar, Jakarta,1996, Rajawali press.







                                                                                                                                                                        12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar